Mengatasi kegemukan
Kegemukan sering disebut sebagai lambang kemakmuran, kewibawaan, dan kesehatan, ternyata kegemukan memiliki risiko hipertensi 2,9-5,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal, berisiko 2,1 kali lebih besar terserang hiperkolesterolemia dan 2,9 kali lebih besar terserang diabetes millitus; juga berisiko terserang kanker, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Kegemukan bisa diartikan sebagai berat badan tidak ideal atau berlebihan berdasarkan perhitungan Berat Badan Ideal (BBI).
Kegemukan sendiri ada 2 macam, yaitu overweight dan obesitas. Overweight adalah penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal dengan batasan berat badan antara 10-20% dari berat badan normal. Sementara obesitas atau kegemukan didefinisikan sebagai penumpukan jaringan lemak tubuh yang abnormal, dengan batasan berat badan di atas 20 % dari berat badan normal.
Berat badan ideal dapat dihitung dengan beberapa cara, yaitu :
1. Dengan rumus Berat Badan Ideal (BBI) :
Tinggi Badan - 100 - 10% (Tinggi Badan - 100) , untuk usia <= 30 th
Tinggi Badan - 100 , untuk usia > 30 th
Kategori pengukuran :
Normal : 10% BBI
Overweight : 10-20% BBI
Obesitas : Lebih dari 20% BBI
2. Dengan rumus IMT (Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index)
BB BB = Berat Badan
TB2 TB = Tinggi Badan
Kategori pengukuran : Wanita Pria
Kurus/underweight : <18>
Normal : 18-23 18-25
Overweight : 23-27 25-29
Obesitas : >27 >29
Faktor Penyebab kegemukan itu sangatlah banyak, di antaranya adalah :
- Kebiasaan makan yang buruk. seperti konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuh.
- Kebiasaan mengemil.
- Gangguan hormonal, seperti kelainan hormon insulin dan tiroid.
- Faktor keturunan (genetik).
- Kurang berolah raga.
- Stres, dll.
Untuk menurunkan berat badan, menu makanan tidak perlu diatur secara kaku, tetapi diusahakan makan dengan kenyang, nikmat, sehat, sekaligus tidak membuat badan menjadi gemuk.
- Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti jeroan, daging merah, dan minyak hewani.
- Konsumsi makanan yang tinggi kalori dan protein, namun rendah lemak seperti kacang-kacangan.
- Konsumsi makanan yang tinggi vitamin, mineral, dan serat, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
- Minum air putih minimal 8 gelas sehari.
TIPS
1. Kurangilah mengonsumsi minuman yang banyak mengandung kafein. Sebab kafein dapat menimbulkan nafsu makan. Lebih baik, perbanyaklah minum air putih.
2. Makanlah dalam porsi yang sedikit. Lebih baik sering makan tapi porsinya sedikit, daripada makan tiga kali tapi porsinya besar.
3. Jika ingin makan camilan, pilihlah makanan yang menyehatkan, seperti buah, yoghurt buah, atau jus. Hindarilah camilan berupa manakan yang manis atau mengandung banyak lemak.
4. Hentikan makan sebelum tidur. Jika langsung tidur begitu usai makan besar, tidak ada kesempatan untuk membakar makanan tersebut.
5. Kebanyakan wanita timbul nafsu makanannya justru pada saat kondisi emosinya sedang tidak stabil, seperti stres, kecewa, atau sedih. Pada saat seperti itu, kendalikanlah keinginan untuk makan. Tapi jika tidak bisa dikontrol, maka makanlah makanan ringan yang menyehatkan seperti buah atau jus buah.
6. Penuhilah kebutuhan untuk istirahat dan tidur yang cukup. Sebab banyak orang justru timbul nafsu makannya ketika dia kurang istirahat atau tidur, atau dalam kondisi tubuh yang lelah.
7. Lakukanlah olahraga secara teratur. Olahraga akan membuat tubuh menjadi bugar dan membakar lemak. Lebih dari itu, olahraga akan memberi energi untuk menyelesaikan setiap aktivitas. Lakukanlah olahraga setiap hari selama sekitar 20 menit. Beberapa jenis olahraga yang dianjurkan seperti jogging, dan renang.
dari berbagi sumber



Tidak ada komentar:
Posting Komentar